Tips AMPUH Tetap Punya Waktu, Meskipun Sibuk

I always think that I don't have time to do things I need or would like to do. At least, itu yang aku rasakan.  Aku merasa waktu packed banget. Rasanya waktu berjalan begitu cepat.

Anyone relate?

Kadang-kadnag sampai mikir, ini mau diselipin di mana lagi ya waktunya. Tapi, setelah aku pikir dan pikir lagi, ternyata banyak lho waktu-waktu yang terbuang percuma. Tadinya mungkin aku pikir, kita aku punya waktu. Tapi, setelah diselidiki lebih dalam, aku tuh punya waktu. 

Aku mulai bertanya kepada diriku sendiri, 

1. Kebiasaan apa yang seringkali memakan waktuku yang udah limited? Main sosmed sih jawabannya.

2. Aku set gak waktu itu untuk do something? Belum...


Produktif di Bus Transjakarta


Perjalanan pulang pergi ke kantor, saya hampir selalu menggunakan bus transjakarta. Perjalanan di dalam bus memakan waktu kurang lebih 30 menit-1 jam, sekali jalan. Jadi, saya punya almost 2 jam waktu kosong sebenarnya, ketika di dalam bus. 

Menyadari waktu tersebut, inilah beberapa aktivitas yang biasa yang lakukan di bus: 
- Memakai sunscreen (karena gak keburu kalo di rumah)
- Doa
- Tidur (kalo lagi kurang tidur banget)
- Bales chat
- Menulis (salah satu artikel saya tentang delegation, di tulis selama perjalanan menggunakan bus Transjakarta)
- Membaca Alkitab
- Membaca artikelnya James Clear (penulis yang paling saya kagumi saat ini) - 1 article/day
- Mencatat laporan pengeluaran
- Baca buku (fisik)
- Belanja di online shop
- Membuat outline dari artikel mau aku tulis
- Mengetik to do list
- Journaling

Ternyata, so many things I can do during my daily trip, to, and from the office. Yang paling saya suka adalah menulis dan membaca artikel. 

1 hari buat 1 tulisan. 365 hari saya udah membuat 365 tulisan. 
1 hari baca 1 artikel, 365 hari (alias 1 tahun), saya sudah membaca 365 artikel. 

Dengan melakukan kedua hal itu aja, saya jauh lebih kaya secara pengetahuan, jauh lebih cepat menulis, dan semakin ahli dalam menulis. 

Namun, saya harus set waktu saya, untuk produktif. Memanfaatkan waktu di sela-sela waktu yang ada tidak terjadi secara alamiah. Di saat tangan saya sudah meluncur ingin buka Instagram, saya kembali mengingatkan diri saya untuk lakukan hal yang matters dulu. Lakukan hal-hal yang sudah direncanakan. 

Make Time, Not Find Time

Kenapa sih pada akhirnya saya berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan waktu yang ada? 

Karena saya gak ada waktu. Dulu, saya pikir, saya masih punya banyak waktu. 
"Ah, ga nulis hari ini, masih bisa besok."

"Baca artikel bisa besok..."

Kita pikir, kita punya waktu, padahal enggakk... Ingat bun, Anda kan syibuk. 

Tapi, kalo sibuk, waktu yang mana yang masih bisa diselip-selipin (for the sake of make time)?

Kalo buat saya kan, waktu saya di bus, lagi otw ke kantor atau ke rumah. 

Mungkin buat kamu, waktu itu berupa:
- waktu kosong 1 jam sebelum tidur yang biasanya dipake buat IG/Netflix-an
- waktu ketika si baby lagi tidur siang
- pas jam makan siang -> 1/2 jam buat makan, sisanya bisa buat lakukan yang lain
- Ketika lagi mengerjakan pekerjaan rumah, misalnya setrika baju. (FYI, aku suka telp orang sambil setrika baju atau dengerin online course, supaya waktunya produktif)

Well, intinya, waktu itu begitu berharga. Jangan buang-buang waktu, cyinn...
Kadang kita pikir kita punya banyak waktu. Nope. Waktu berjalan begitu cepat. 
Kalo kita gak pernah make time, kita gak akan bisa find time. 

Tetap Produktif Mesikpun Sibuk

Gimana caranya tetap produktif meskipun sibuk? Gimana caranya bisa lakukan hal-hal yang ingin dilakukan, meskipun gak ada waktu?

Temukan waktu selip-selip itu dan block your schedule at that time. Seperti aku yqng mengarahkan diriku untuk baca artikel, even ketika hati ingin buka IG. 

Bisa kok, selip-selipin waktu di tengah kesibukan untuk lakukan hal-hal yang kita ingin lakukan/kita suka. Yang penting, make time, commit, dan lakukan. 

Meskipun ini hal kecil, tetapi aku merasa, this is so meaningful. 
1 day 1 article, it means a lot to me. 
Tanpa sadar, at the end of this year, kalo aku terus konsisten baca 1 article/day, aku udah habisin 365 artikel. 

Kalopun aku gak konsisten, berhasil 1/3-nya aja, aku berarti udah 100 artikel di akhir tahun. Masih ok kan? 

Yuk, bisa yuk, si paling sibuk, si paling gak punya waktu, masih punya waktu untuk melakukan hal-hal yang ia perlu atau mau dilakukan. Semangat!



Comments

Popular Posts